Pembenihan Aren

BPTP Banten pada tahun 2009 telah melaksanakan kegiatan Perbanyakan Benih Aren. Lokasi di Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. Acara temu lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2009 dihadiri oleh Kepala BPTP Banten dan rombongan, peneliti, Camat Cihara, Kepala Desa Barunai dan perangkatnya, PPL, KCD, perwakilan kodim setempat, penyadap nira, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang dan masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, baik camat, kepala desa maupun penyadap nira sangat menyambut baik usaha perbenihan aren ini. Hanya saja pembinaan harus terus menerus dilakukan sampai tahap budidaya bahkan panen yang memakan waktu minimal 10 tahun.
Desa Barunai terletak di daerah selatan Pulau Jawa, waktu yang dibutuhkan dengan kendaraan dinas mencapai 4 jam. Rutenya dari kantor BPTP Banten di Ciruas menuju kota Serang, selanjutnya melintasi Kota Pandeglang, terus menuju Kecamatan Malingping di Kabupaten Lebak. Setelah 5 km melewati Kota Malingping, posisi jalan raya berada di pinggir pantai selatan, selanjutnya belok kiri menempuh jalan desa sejauh 2 km ke arah pegunungan, awalnya jalan aspal dan selanjutnya jalan batu. Tiba di lokasi tujuan, kondisi alam segar pegunungan dengan bukit curam agroekosistem tanaman tahunan seperti kelapa, petai, mangga, kayu-kayuan dan aren.
Budidaya aren selama ini dikembangkan tidak beraturan baik waktu maupun tempat melalui jasa hewan musang. Caranya, musang memakan buah aren baik daging maupun bijinya. Daging buah aren dicerna oleh perut musang, sedangkan bijinya keluar bersama kotorannya. Maka dari biji inilah pohon aren bisa tumbuh. Tanpa bantuan musang, biji aren sulit berkecambah karena kulit biji aren yang sangat keras. Namun berkat teknologi yang dikembangkan peneliti BPTP Banten, ternyata benih aren bisa diciptakan. Caranya, buah aren yang tua mula-mula dikubur dengan kedalam 0,5-1 m selama 1 bulan sampai daging buahnya lunak, lalu bijinya diambil dan dibersihkan dengan air. Biji yang sudah bersih disemai pada media pasir yang dicampur pupuk kandang selama 1-2 bulan. Setelah biji berkecambah selanjutnya dipindahkan ke polybag yang diisi media tanah dicampur pupuk kandang. Jadilah benih aren yang tumbuh serempak dan siap dibudidayakan sebagaimana tanaman perkebunan lainnya.

Sumber :http://banten.litbang.deptan.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s