Investasi 13 Miliar Dolar Akan Masuk Banten

Sedikitnya investasi senilai 13 miliar dolar AS akan masuk ke Provinsi Banten dalam waktu dekat ini. Hitungan tersebut berasal dari tiga poin ekspansi investasi yaitu peningkatan kapasitas produksi industri sepatu sebanyak 300 juta pasang sepatu dengan nilai pemasukan sebesar 2 miliar dolar atau senilai Rp 20 triliun, di mana 80% industri sepatu berada di Banten; investasi kilang minyak (refinery) di Bojonegara sebesar 5 miliar dolar; dan rencana pembangunan pabrik baja kerjasama PT Krakatau Steel (KS) dengan Posco senilai 6 miliar dolar.

Sementara dari tiga industri sepatu/alas kaki yang sedang memasuki tahap konstruksi di Kabupaten Tangerang dapat menyerap tenaga kerja sekurangnya 15.000 orang. Hal ini terungkap saat Gubernur Banten Ibu Ratu Atut Chosiyah melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bapak Gita Wiryawan dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) di gedung BKPM RI di Jakarta, Selasa (6/4).

Gubernur Banten Ibu Ratu Atut Chosiyah mengutarakan, dengan adanya tambahan lapangan kerja baru ini maka setidaknya akan mengurangi jumlah pengangguran di Banten yang mencapai sekitar 600 ribu orang lebih. “Dengan kehadiran pabrik sepatu ini, kita harapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal yang ada di Banten, sehingga kehadiran pabrik sepatu ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Banten,” jelas Beliau.

Menurut Kepala BKPM RI Bapak Gita Wiryawan, hampir 80% perusahaan sepatu itu berada di wilayah Provinsi Banten yang tersebar di tiga wilayah yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang. Seperti diketahui di Provinsi Banten itu terdapat sebanyak 110 pabrik sepatu yang terdiri 45 pabrik berada di Kabupaten Tangerang, 7 perusahaan di Kabupaten Serang, sisanya berada di Kota Tangerang.

Dijelaskan Beliau, selama 11 tahun terakhir ini tren relokasi perusahaan sepatu di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Untuk itu pemerintah akan berupaya memposisikan Negara Indonesia sebagai tempat pabrik sepatu yang nyaman sehingga mendorong investor agar bisa menanamkan modalnya di Indonesia. Apalagi pada tahun lalu produksi sepatu bisa menopang perekonomian Indonesia sebesar 600 miliar dolar. Keberadaan pabrik sepatu ini secara makro ekonomi relatif stabil jika dibandingkan dengan perusahaan lain, bahkan industri sepatu ini mampu mengatasi krisis moneter yang mengguncang dunia tahun 1999 lalu.

”Tren relokasi ini harus dimanfaatkan secara maksimal, mengingat persaingan investasi antara negara di bidang persepatuan sangat ketat. Namun hingga kini merek-merek terkenal, seperti Nike dan Adidas, betah mengorder dari Indonesia,” kata Beliau.

Ketua Dewan Pembina Aprisindo Bapak Harijanto mengatakan, pada tahun ini Aprisindo menargetkan bisa memproduksi sepatu sebanyak 300 juta pasang sepatu dengan nilai pemasukan sebesar 2 miliar dolar atau senilai Rp 20 triliun.

“Tahun ini kita targetkan bisa memproduksi sebanyak 300 juta pasang sepatu atau naik 50 juta dibandingkan tahun lalu. Kita berharap setiap tahunnya terus meningkat,” jelas Beliau. Bapak Harijanto menjelaskan, untuk mencapai target tersebut saat ini telah dibangun tiga pabrik industri sepatu di wilayah Kabupaten Tangerang.

Pembangunan pabrik ini untuk menopang peningkatan produksi industri alas kaki nasional. Ketiga perusahaan pabrik sepatu tersebut, dua diantaranya berada di Pasar Kemis dan satu perusahaan berada di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ketiga perusahaan itu dua perusahaan di Pasar Kemis memproduksi sepatu merek Nike dan Asic Tiger. Sedangkan di Cikupa memproduksi New Balance. Dengan adanya tiga pabrik itu juga bisa memberikan penguatan industri padat tenaga kerja ini dalam 20 tahun ke depan.

“Nantinya ketiga Pabrik itu bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu orang. Untuk pabrik New Balance saat ini sudah berjalan sejak dua minggu lalu, sedangkan dua pabrik lagi ditargetkan akhir tahun sudah bisa beroperasi,” jelas Beliau.

Dalam kesempatan itu, Bapak Harijanto menjelaskan sektor persepatuan perusahaan itu menganut sistem padat karya dan padat modal. Menurut hitungan, Aprisindo jika ada investasi 30 juta dolar maka sebanyak 6 ribu tenaga kerja akan terserap dengan perolehan devisa antara 50 hingga 60 juta dola per tahun dari aktivitas ekspor. “Saat ini karyawan pabrik sepatu di Indonesia sebanyak 450 ribu karyawan, tapi sebelum krisis moneter jumlahnya mencapai 800 ribu karyawan. Ini membuktikan perusahaan sepatu merupakan perusahaan yang padat karya,” ungkap Beliau.

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekda Provinsi Banten Bapak Muhadi, Wakil Ketua DPRD Banten Bapak Ely Mulyadi, Wakil Kepala Polda Banten Bapak Kombes Pol Burhanudin, Kepala Disperindag Provinsi Banten Bapak Hudaya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Bapak Eutik Suarta, Asda II Pemkab Serang Bapak Tb Entus Mahmud, Kepala Disperindagkop Kota Tangerang Ibu Ika Kartika, dan para pengusaha sepatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s