Pengidap HIV dan AIDS Bertambah

SERANG – Jumlah warga yang mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Serang bertambah.

HIV dan AIDS Bertambah

Peningkatan jumlah itu dikarenakan semakin banyaknya orang yang mau memeriksakan diri di klinik RSUD Serang.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, berdasarkan data yang ia peroleh, pada tahun 2008 warga Kabupaten Serang yang diketahui mengidap HIV sebanyak 36 orang, sedangkan pada 2009 mencapai 60 orang. “Sementara yang sudah terkena AIDS juga meningkat dari 6 orang pada tahun 2008 menjadi 7 orang di tahun 2009,” katanya, Jumat (16/4).
Hingga bulan April 2010 ini, kata Sri, terdapat 6 orang yang teridentifikasi mengidap HIV, satu orang diantaranya sudah terkena AIDS. “Kami minta kepada semua orang yang memiliki keluarga yang diduga terkena HIV/AIDS untuk memeriksakan kesehatannya di klinik,” katanya.
Dikatakan, penyebaran HIV/AIDS seperti gunung es. Kata dia, pengidap yang terdeteksi itu hanya sebagian kecil dari sekian banyak orang yang sudah positif terkena virus mematikan itu. “Masih banyak orang yang belum mau memeriksakan diri, padahal jika diketahui dirinya mengidap HIV/AIDS akan semakin mudah mengendalikan penularannya,” ujar Sri.
Pada tahun ini, kata Sri, anggaran untuk kegiatan penanggulangan HIV/AIDS sangat terbatas yakni Rp 300 juta. “Untungnya ada beberapa lembaga asing yang membantu operasional hingga bisa menutupi kekurangan,” katanya.
Ketua Yayasan Ikhwannisa Sri Suci Hestiningsih yang menangani pasien HIV/AIDS mengatakan, di antara langkah pencegahan masuknya virus tersebut adalah dengan menghindari narkoba dan seks bebas. Sebab, kata dia, penularan HIV di Banten kebanyakan dari dua kasus itu. “Narkoba dan seks bebas itu menjadi pintu masuk virus,” katanya.
Selain itu, kata Suci, bagi calon pasangan suami/istri agar mengenal satu sama lain tentang latar belakang kehidupan calonnya masing-masing. Sebab, banyak di antara pasangan yang saling menularkan HIV setelah menjadi suami istri. “Kami pernah menangani pasien anak, yang tertular dari salah satu orangtuanya. Ini berbahaya kalau orangtua tidak saling terbuka,” katanya. (mg-8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s