Baduy Bukan Suku Terasing

internet baduy foto @masdar

Provinsi Banten memiliki masyarakat tradisional yang masih memegang teguh adat tradisi yaitu Suku Baduy yang tinggal di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Perkampungan masyarakat Baduy pada umumnya terletak pada daerah aliran sungai Ciujung di Pegunungan Kendeng – Banten Selatan. Letaknya sekitar 172 km sebelah barat ibukota Jakarta; sekitar 65 km sebelah selatan ibukota Provinsi Banten. Masyarakat Baduy yang menempati areal 5.108 ha (desa terluas di Provinsi Banten) ini mengasingkan diri dari dunia luar dan dengan sengaja menolak (tidak terpengaruh) oleh masyarakat lainnya, dengan cara menjadikan daerahnya sebagai tempat suci (di Penembahan Arca Domas) dan keramat. Namun intensitas komunikasi mereka tidak terbatas, yang terjalin harmonis dengan masyarakat luar, melalui kunjungan.

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, masyarakat yang memiliki konsep inti kesederhanaan ini belum pernah mengharapkan bantuan dari luar. Mereka mampu secara mandiri dengan cara bercocok tanam dan berladang (ngahuma), menjual hasil kerajinan tangan khas Baduy, seperti Koja dan Jarog (tas yang terbuat dari kulit kayu Teureup); tenunan berupa selendang, baju, celana, ikat kepala, sarung serta golok/parang, juga berburu.

Masyarakat Baduy bagaikan sebuah negara yang tatanan hidupnya diatur oleh hukum adat yang sangat kuat. Semua kewenangan yang berlandaskan kebijaksanaan dan keadilan berada di tangan pimpinan tertinggi, yaitu Puun. Puun bertugas sebagai pengendali hukum adat dan tatanan hidup masyarakat yang dalam menjalankan tugasnya itu dibantu juga oleh beberapa tokoh adat lainnya.
Sebagai tanda setia kepada Pemerintahan RI, setiap akhir tahun suku yang berjumlah 7.512 jiwa dan tersebar dalam 67 kampung ini mengadakan upacara Seba kepada “Bapak Gede” (Panggilan Kepada Bupati Lebak) dan Camat Leuwidamar.

Pemukiman masyarakat Baduy berada di daerah perbukitan. Tempat yang paling rendah berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Sehingga dapat dibayangkan bahwa rimba raya di sekitar pegunungan Kendeng merupakan kawasan yang kaya akan sumber mata air yang masih bebas polusi.

Lokasi yang dijadikan pemukiman pada umumnya berada di lereng gunung, celah bukit serta lembah yang ditumbuhi pohon-pohon besar, yang dekat dengan sumber mata air. Semak belukar yang hijau disekitarnya turut mewarnai keindahan serta kesejukan suasana yang tenang. Keheningan dan kedamaian kehidupan yang bersahaja.

Sumber : Buku Masyarakat Baduy Dalam Rentang Sejarah oleh Suhada Penerbit Biro Humas Setda Pemprov Banten.

PALATIHAN INTERNET BADUY <!–purwodadi–>

Internet Baduy @MasDar

Dengan mengucapkan basmalah dalam penggutingan rangkaian melati, Seketaris Daerah Propinsi Banten Muhadi dan EGM DCS Barat Mas’ud Khamid meresmikan Pusat Pelatihan Internet di SD Negeri II Bojong Menteng Leuwi Damar, Desa Ciboleger berdekatan dengan kampong Baduy Luar, Kabupaten Lebak Rabu siang (09/06). Hadir saat peresmian, Senior Leader DCS Barat, H. Kasmin, anggota DPRD, yang juga kesepuhan warga Leuwi Damar, Muspida Lebak, Kepala Dnias Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perhubuhan , Dinas Sumber Daya Pemungkiman, Jarojaenah, Jaro Tantu, Camat, Lurah , serta Polsek dan Koramil, para Guru SD bojong II Menteng.

internet baduy foto @masdar

Seketaris Daerah Propinsi Banten Muhadi, yang mewakili gubernur Banten yang sedang tugas ke Jakarta, dalam sambutannya menyampakian atas nama propinsi Banten menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Telkom, dalam membantu dan mencerdaskan masyarakat Banten pada umumnya khususnya masyarakat Desa Ciboleger melalui SD SD Negeri II Bojong Menteng Leuwi Damar.

Halini merupakan suatu jawaban dari permasalahan ketimpangan yang dihadapai oleh Propinsi Banten.Selatan agar tidak tertinggal, katanya. Daerah ini, udaranya sejuk berbatasan Baduy Dalam dan Baduy Luar. Nantinya anak-anak kita yang sekolahnya diperbatasan Baduy Dalam dan Luar dapat memanfaatkan internet untuk belajar dan meningkatkan prestasi. Ia berharap kepada Pemda Lebak dengan masuknya internet bisa mempromosikan wisata Baduy. Mudah-mudahan upaya dari Telkom medapatkan balasannya dari Allah, sehingga bisa berkembang lagi, ujar Muhadi.

Sementara EGM DCS Barat Mas’ud Khamid mengutarakan bahwa kunjungan kerja DCS Barat ke Leuwi Damar merupakan untuk dapat bersilaturahmi dalam membangun kemajuan bersama terutama dalam infrastruktur telekomunikasi. Sepuluh perangkat komputer internet yang ada di SD ini menggunakan akses network broadband, tambah Mas’ud, dan atas nama manajemen Telkom mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah propinsi Banten Kabupaten Lebak dan masyarakat Luwei Damar.

Tutor Internet Baduy

Ia pun berharap pusat latihan internet ini benar-benar dimanfaatkan untuk mencerdaskan warga disini, semoga nantinya menjadi rangking satu ujian nasional. Mari kita sikapi internet dengan positif. Dengan kampung internet, saudara kita di Baduy yang kaya nilai-nilai budaya dan alamnya, bisa dikenal keseluruh dunia, sehingga nantinya banyak wisatawan akan berkunjung kesini, tutur Mas’ud Khamid.

Disela-sela acara tersebut, Telkom melakukan Penandatanganan MoU Pusat Pelatihan Internet SD Bojong Menteng II sekitar Baduy dengan komite SD Bojong Menteng II Leuwi Damar, desa Ciboleger Baduy. Selanjutnya, Telkom menyerahkan bantuan berupa 10 unit komputer bundling dengan speedy selama 1 bulan, dan 2000 bibit pohon Albasiah, 100 bibit pohon jati, 500 pohon kelapa, dan paket sembako kepada masyarakat Baduy. sumber : |telkom.co.id|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s